Dr. Zuhrotul Mar'ah Beri Beasiswa dan Pesan Parenting di Wisuda LPQ Al-Islam: "Mendidik Anak Adalah Tugas Berdua"
Dr. Zuhrotul Mar'ah Beri Beasiswa dan Pesan Parenting di Wisuda LPQ Al-Islam: "Mendidik Anak Adalah Tugas Berdua"
lpqalislammedia - Surabaya, Kehadiran Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Dr. Hj. Zuhrotul Mar'ah, memberikan warna tersendiri pada prosesi Wisuda Tahfidz ke-4 LPQ Al-Islam, Ahad (25/01/2026). Dalam kesempatan tersebut, sosok yang akrab disapa Dokter Zuhro ini memberikan apresiasi luar biasa kepada para wali santri yang hadir secara berpasangan dengan memberikan doorprize berupa paket sembako.
Apresiasi tersebut bukan tanpa alasan. Dalam sambutannya, Dokter Zuhro menekankan poin pertama mengenai pola asuh, bahwa pendidikan anak tidak boleh hanya dibebankan pada salah satu pihak, baik itu ibu saja atau ayah saja. Menurutnya, anak harus dididik secara bersama-sama oleh kedua orang tuanya agar mendapatkan figur yang lengkap dalam masa pertumbuhannya.
Beliau menjelaskan lebih lanjut bahwa secara kodrati, karakter laki-laki (ayah) cenderung lebih banyak mengandalkan logika, sementara perempuan (ibu) lebih kuat dalam menunjukkan perasaan dan empati. Perpaduan antara logika dan perasaan inilah yang akan membentuk karakter anak yang seimbang dan kuat di masa depan.
"Oleh karena itu, pendidikan anak harus dilakukan oleh kedua orang tuanya. Kehadiran ayah dan ibu secara utuh dalam proses belajar anak akan memberikan fondasi emosional yang jauh lebih stabil," ujar dokter Zuhro tersebut di hadapan ratusan wali santri Masjid Al-Islam.
Pesan kedua yang beliau sampaikan dengan sangat tegas adalah larangan membentak apalagi memukul anak. Dokter Zuhro mengingatkan bahwa tindakan kekerasan, baik verbal maupun fisik, dapat berdampak fatal terhadap perkembangan sel-sel otak anak. Trauma yang ditimbulkan bisa menghambat potensi besar yang seharusnya bisa mereka capai.
Sebagai gantinya, beliau mengajak para orang tua untuk senantiasa memberikan contoh atau keteladanan yang terbaik. Beliau mengingatkan bahwa anak adalah peniru yang sangat ulung; mereka akan lebih mudah menirukan apa yang dilakukan dan diucapkan oleh orang tuanya daripada sekadar mendengar nasihat saja.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pendidikan agama di Surabaya, pada poin ketiga, Dr. Zuhrotul Mar'ah mengumumkan pemberian beasiswa pendidikan. Beasiswa tersebut diberikan secara khusus kepada sepuluh santri wisudawan terbaik sebagai motivasi agar mereka terus berprestasi dan semangat dalam menuntut ilmu.
Memasuki poin keempat, Dokter Zuhro memberikan pesan spiritual kepada para wisudawan dan wisudawati. Beliau berharap para santri tidak berhenti pada tahap menghafal secara lisan saja, namun harus melangkah lebih jauh untuk memahami makna yang terkandung di dalam setiap ayat Al-Qur'an yang mereka hafalkan.
Beliau menekankan bahwa tujuan akhir dari menghafal adalah pengamalan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami dan mengamalkan isi Al-Qur'an, para santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang jujur, amanah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas, khususnya bagi kota Surabaya.
Menutup arahannya, Dr. Zuhrotul Mar'ah menyampaikan rasa bangganya terhadap dedikasi LPQ Al-Islam dalam mencetak generasi Qur'ani. Ia berkomitmen untuk terus mendukung program-program keagamaan yang berfokus pada pembangunan karakter anak sejak dini demi mewujudkan Surabaya yang lebih berkah dan bermartabat.

Komentar