Belajar dari Uwais Al Qarni, Cara LPQ Al Islam Ubah Karakter Santri Jadi Penyejuk Hati Orang Tua
lpqalislammedia - Surabaya, Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ) Al Islam sukses menyelenggarakan kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) yang diikuti oleh puluhan santrinya. Mengusung tema "Meraih Surga dengan Berbakti kepada Orang Tua", kegiatan ini berlangsung khidmat di Masjid Al Islam, Surabaya, mulai Sabtu malam hingga Ahad pagi, 11-12 April 2026.
Acara dibuka pada pukul 19.00 WIB dengan suasana penuh keceriaan. Untuk mencairkan suasana, panitia menggelar sesi ice breaking lewat lagu "Topi Saya Bundar" yang diikuti antusias oleh para santri. Keseruan berlanjut dengan berbagai fun game kekompakan yang dirancang untuk melatih kerja sama tim dan kedisiplinan antar santri. Tak hanya permainan fisik, panitia juga menghadirkan inovasi berupa quiz edukatif digital untuk menguji wawasan keislaman santri dengan cara yang modern dan interaktif.
Ketua Koordinator Mabit, M. Renaldi, dalam penyampaiannya menekankan pentingnya adab terhadap orang tua sebagai fondasi agama. "Berbakti kepada orang tua adalah kewajiban mutlak bagi setiap muslim. Melalui Mabit ini, kita ingin menanamkan bahwa rida Allah sangat bergantung pada rida ayah dan ibu. Tanpa bakti yang tulus, jalan menuju surga akan terasa jauh," ujarnya dengan tegas di hadapan para peserta.
Sejalan dengan pesan tersebut, para santri diajak untuk menonton bareng (nobar) film kisah Uwais Al Qarni. Kisah pemuda yang sangat memuliakan ibunya hingga namanya dikenal oleh penghuni langit ini menjadi inspirasi nyata bagi para santri. Momen ini menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam rangkaian kegiatan Mabit kali ini.
Kepala LPQ Al Islam, M. Nurwahid, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menyampaikan bahwa pendidikan karakter harus seimbang dengan pendidikan literasi Al-Qur'an. "Mabit bukan sekadar menginap di masjid, tapi sarana membentuk mentalitas santri yang mandiri dan berakhlakul karimah. Kami berharap sepulang dari sini, ada perubahan sikap yang lebih santun dan penuh kasih sayang dari para santri kepada orang tua mereka di rumah," tutur beliau.
Rangkaian ibadah pun menjadi inti acara, di mana para santri melaksanakan salat Tahajud berjamaah di sepertiga malam untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Setelah itu, suasana kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta melaksanakan makan bersama sebagai simbol persaudaraan antar santri dan ustadz.
Kegiatan mabit ini akhirnya ditutup pada Ahad pagi pukul 05.00 WIB dengan pembagian doorprize berupa paket snack menarik bagi para pemenang kuis dan kelompok paling kompak. Melalui kegiatan ini, LPQ Al Islam berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berbakti dan menjadi kebanggaan bagi keluarga serta agama.

Komentar