Kisah Persaingan Mulia Antara Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab Dalam Berinfak di Jalan Allah - lpqalislammedia

Kisah Persaingan Mulia Antara Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab Dalam Berinfak di Jalan Allah - lpqalislammedia


Salah satu kisah paling menginspirasi dalam sejarah Islam adalah ketika dua sahabat terbaik Rasulullah ﷺ berlomba dalam kebaikan, khususnya dalam berinfak di jalan Allah. Kisah ini menunjukkan keimanan, keikhlasan, dan kecintaan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya.

Latar Belakang Peristiwa

Peristiwa ini terjadi menjelang Perang Tabuk, pada tahun ke-9 Hijriah. Saat itu kaum Muslimin menghadapi kondisi yang sangat berat:

  • Cuaca sangat panas
  • Jarak perjalanan jauh
  • Persediaan makanan dan kendaraan sedikit
  • Musuh yang dihadapi adalah pasukan Romawi yang besar dan kuat

Karena itu, Rasulullah ﷺ menyerukan kepada kaum Muslimin untuk menginfakkan harta mereka demi membantu persiapan jihad fi sabilillah.

Seruan ini disambut luar biasa oleh para sahabat. Mereka berlomba-lomba memberikan harta terbaik mereka demi agama Allah.

Umar bin Khattab Berniat Mengungguli Abu Bakar

Dalam sebuah riwayat, Umar bin Khattab رضي الله عنه berkata:

“Suatu hari Rasulullah ﷺ memerintahkan kami untuk bersedekah. Saat itu aku memiliki harta. Aku berkata dalam hati:

‘Hari ini aku akan mengalahkan Abu Bakar, jika memang suatu hari aku bisa mengalahkannya.’

Umar kemudian pulang ke rumahnya dan mengambil setengah dari seluruh hartanya untuk diserahkan kepada Rasulullah ﷺ.

Ketika Umar datang membawa hartanya, Rasulullah ﷺ bertanya:

“Apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu wahai Umar?”

Umar menjawab:

“Aku tinggalkan untuk mereka setengahnya.”

Ini menunjukkan bahwa Umar memberikan pengorbanan yang sangat besar. Setengah harta diinfakkan, setengah lagi untuk keluarganya.

Abu Bakar Ash-Shiddiq Datang Membawa Seluruh Hartanya

Tak lama kemudian datang Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه membawa hartanya.

Ternyata, beliau membawa seluruh harta yang dimilikinya.

Rasulullah ﷺ bertanya:

“Wahai Abu Bakar, apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?”

Abu Bakar menjawab dengan penuh keyakinan:

“Aku tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasul-Nya.”

Jawaban ini membuat Umar bin Khattab sangat terharu dan kagum.

Umar berkata:

“Demi Allah, aku tidak akan pernah bisa mengalahkan Abu Bakar dalam hal apa pun.”

Besarnya Nilai Infak Abu Bakar

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Abu Bakar membawa harta dalam jumlah besar berupa:

  • Emas dan perak
  • Uang simpanan
  • Persediaan makanan
  • Harta perdagangan

Semua diserahkan demi perjuangan Islam.

Padahal Abu Bakar adalah seorang pedagang sukses dan memiliki keluarga. Namun kecintaannya kepada Allah lebih besar daripada kecintaannya kepada dunia.

Pelajaran Besar Dari Kisah Ini

1. Berlomba Dalam Kebaikan Itu Dianjurkan

Persaingan antara Abu Bakar dan Umar bukan karena iri atau sombong, tetapi karena ingin menjadi yang paling dicintai Allah.

Allah berfirman:

“Maka berlomba-lombalah kalian dalam kebaikan.”
(QS. Al-Baqarah: 148)

2. Keikhlasan Adalah Segalanya

Keduanya berinfak dengan hati yang ikhlas tanpa mencari pujian manusia.

Mereka sadar bahwa harta hanyalah titipan Allah.

3. Tingkatan Keimanan Abu Bakar Sangat Tinggi

Abu Bakar mampu menyerahkan seluruh hartanya karena keyakinannya kepada Allah sangat kuat.

Beliau yakin Allah tidak akan menyia-nyiakan keluarganya.

4. Umar Mengajarkan Semangat Berprestasi Dalam Iman

Walaupun tidak berhasil “mengalahkan” Abu Bakar, Umar tetap mendapat kemuliaan besar karena niat dan pengorbanannya.

Islam mengajarkan kompetisi dalam amal saleh, bukan dalam kesombongan dunia.

Hadits Riwayat Kisah Ini

Kisah ini diriwayatkan dalam hadits shahih, di antaranya:

  • Sunan At-Tirmidzi
  • Abu Dawud

Rasulullah ﷺ bersabda dan berdialog langsung dengan Abu Bakar serta Umar dalam peristiwa tersebut.

Penutup

Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab mengajarkan bahwa:

  • Harta terbaik adalah yang digunakan di jalan Allah
  • Orang beriman sejati tidak takut miskin karena yakin pada pertolongan Allah
  • Persaingan terbaik adalah persaingan dalam amal saleh

Mereka bukan berlomba menjadi paling kaya, tetapi berlomba menjadi paling dekat dengan Allah سبحانه وتعالى.



Komentar