Tingkatkan Kualitas Pendidikan Qur'ani, Kepala LPQ Al-Islam Surabaya Bagikan Strategi Manajemen dan Aplikasi Absensi Gratis
Tingkatkan Kualitas Pendidikan Qur'ani, Kepala LPQ Al-Islam Surabaya Bagikan Strategi Manajemen dan Aplikasi Absensi Gratis
lpqalislammedia, Surabaya - Guna membenahi tata kelola Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ) yang selama ini sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat, Kepala LPQ Al-Islam, M. Nurwahid, menggelar kegiatan sharing manajemen lembaga dan berbagi inovasi teknologi bagi para pengelola TPQ di wilayah Kecamatan Krembangan Surabaya.
Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Ar Raudhah, Jalan Kemayoran Baru No. 69, Surabaya, pada Minggu (19/7/2026), mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Dalam paparannya, M. Nurwahid menyoroti realitas di lapangan di mana pendidikan non-formal seperti LPQ kerap dikesampingkan oleh masyarakat. Banyak wali murid yang cenderung lebih memprioritaskan pendidikan formal dan menganggap pendidikan Al-Qur'an sebagai pelengkap belaka.
"Ada tantangan besar terkait persepsi masyarakat yang masih menganggap LPQ sebagai lembaga pendidikan kelas dua dibandingkan sekolah formal. Oleh karena itu, kita harus mengubah pola pikir tersebut dengan memperbaiki manajemen internal agar lebih profesional dan akuntabel," ujar M. Nurwahid di sela-sela kegiatan.
Tiga Pilar Utama Tata Kelola LPQ
Untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan standar mutu pendidikan, M. Nurwahid menekankan tiga poin krusial yang wajib dimiliki oleh setiap lembaga pendidikan Al-Qur'an:
Pertama , AD/ART Lembaga: Sebagai landasan hukum dan pedoman dasar operasional organisasi yang jelas.
Kedua, Kurikulum: Memastikan proses belajar-mengajar memiliki target capaian yang terukur dan terstruktur.
Ketiga, Program Kerja: Sebagai panduan langkah strategis agar kegiatan lembaga tidak berjalan monoton dan memiliki visi pengembangan jangka panjang.
Selain membahas sisi manajerial, M. Nurwahid juga memberikan solusi praktis bagi para pengelola LPQ yang hadir dengan membagikan aplikasi absensi santri secara gratis.
Inovasi ini diharapkan mampu membantu mempermudah administrasi lembaga, sehingga pengelola bisa lebih fokus pada peningkatan kualitas pengajaran santri daripada terjebak dalam kerumitan pencatatan manual.
"Digitalisasi bukan hanya milik sekolah formal. Dengan aplikasi absensi ini, pelaporan perkembangan santri kepada orang tua akan jauh lebih transparan dan efisien. Ini langkah kecil untuk menunjukkan bahwa LPQ pun bisa dikelola secara modern," tambahnya.
Kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah pengelola lembaga pendidikan Al-Qur'an ini diharapkan menjadi pemantik bagi lembaga lain di Surabaya untuk terus berbenah dan meningkatkan profesionalisme demi mencetak generasi Qur'ani yang berdaya saing. (Wahid)


Komentar